Thursday, February 07, 2008

http://www.mybloglog.com/buzz/members/tudungperiuk/


aa-eman
06th Feb 10:43 pm

Wassalam abang Tam. Kreasi abang nih bagus punya. Menikmati suasana Gong Xi Fat Coi dan nuansa rumah ukiran kayu yang sudah banyak ditinggalkan karena lebih mahal katimbang pakai tembok. Aa kira encik Azizi itu satu sosok romantis deh. Hehe, aa jadi teringat akan bayangan masa muda aa dizaman Siti Nurbaya.

Abang Tam
06th Feb 9:38 pm (reply | report spam | delete)

Aslm... saya ada terjumpa rumah kayu di tengah kota yang indah digabungkan dengan rumah kota yang morden... mari mampir...

aaeman // Feb 7, 2008 at 1:35 am
Upaya dan rekreasi abang Tam ini sungguh bagus. Dan gaya tampilan tumah dari Encik Azizi ini sungguh cerdik. Terrace kayu dilantai 2 biasanya ditemukan terutama didaerah Sumatera. Kalau dimensinya lebih kecil biasanya disebut anjung peranginan. Tempat para rangkayo makan angin sore2 sambil menikmati penganan ringan berbincang dengan keluarga. Atau tempat Siti Nurbaya melontarkan seulas senyum dan setangkai mawar kepada aaeman, sebelum ketanggor sama Datuk Maringgih. Tentu aja aa nyanyi panjang pendek, “Dosakah hamba mimpi berkasih, dengan dinda. Ujung jarimu semalam kucium, dengan mesra.” Gak janji sih, tapi klo aa kebetulan ke daerah dan menemui bangunan kayu yang unik Insyallah aa akan ingat sama abang Tam. Tentunya dong aa akan potretin dari pelbagai sisi. Wassalam.

No comments: