Tuesday, December 11, 2007

19 Responses to “Memotivasi: Merangsang Menulis”


aa-eman
Dec 11th, 2007 at 3:42 pm

Hehe saya jadi malu hati sama bung Ersis. Makanya gak berani nonghol disini. Saya gemar menulis ngawur bermotto kokakola. Saking ngawur2 nya, sering kali selagi dialam mimpi bahkan kepingin menuliskan apa2 yang penting (terkadang saya ikatkan sebatang ballpoin dan notebook ke tangan saya. Meski saat bangun apa yang tertulis seringnya berupa grafitity yang memerlukan pendalaman psikologis). Tapi saya menulis apa saja meski terpicu oleh kesan sesaat. Selagi nongkrong di wc pun jadi. Tapi kesan2 sesaat itu klo dihimpun bisa membangun satu blog. Saya tahu tulisan saya astul alias tidak mengandung pakem apapun. Semoga aja tidak sampai menjadi contoh gak benar bagi para pembaca blog2 saya. Saya mencontoh ungkapan jurnalis kondang H. Rosihan Anwar, “Saya menulis karena saya ada.” Tadinya saya ingin tampilkan kesan2 semua indera saya apa adanya saja. Tapi takut juga klo saya dianggap vulgar dalam menulis dan tersangka tidak ikutan mendidik. Rangsangan menulis? Tentu saja perlu, seperti suasana hati disaat tertampak satu sosok yang mempesona. Kita jadi amat hati2 takut gak ketaksir. Tapi ya gitu klo ketemu malahan kayak kesurupan jin botol. Makanya jangan heran, klo lagi in-de-mood sering tampak bengungnya.

***He he … itukan stail … ngak pa pa to, bagus ae Pak ai. Ntar ku tiru lho.

No comments: