Tuesday, September 04, 2007

http://www.mybloglog.com/buzz/members/Eko_Jalu_Santoso/



aa-eman
09th Oct 6:32 pm

Alhamdulillah. Wassalam buat keluarga ya mas Eko.

Eko_Jalu_Santoso
09th Oct 6:00 pm (reply | report spam | delete)

Terimakasih A-a Eman kiriman ketupatnya, sedap. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1428 H. Mohon Maaf Lahir dan Bathin.


aa-eman
05th Sep 2:28 am

Maaf saya telah salah sebut blog, seharusnya weblog. Jejak? Subhanallah. Hanya coretan spontan setelah hati saya merasakan getar yang mas Eko guratkan dalam kisah itu. Semalam saya berbincang dengan Oktavia, 21 tentang motivasi dalam hidup. Dia mampu bicara bergaya jero, tanpa berpikir. Dan saya sudah undang dia buat dalami guratan mas Eko dalam weblog yang mumpuni itu. Tetima kasih.

Eko_Jalu_Santoso
04th Sep 7:52 pm (reply | report spam | delete)

Terimakasih Pak Eman telah mampir ke weblog saya www. ekojalusantoso. com dan meninggalkan jejak Anda. Dari pengalaman yang saya temukan, sumber kebahagiaan itu sesungguhnya ada di dalam hati kita sendiri. Dalam hati yang "taqarrub' menuju sifat-sifat mulia Allah. Dalam tataran praktik, kesederhanaan berpikir adalah salah satu sumber kebahagiaan, disamping masih banyak sumber lainnya yang ada dalam diri kita sendiri.


aa-eman
05th Sep 2:09 am

Terimakasih mas Eko (semoga gak keberatan saya akrabi begini), mas benar sekali. Bagi saya kemanapun kaki melangkah, asal niatkan thalabul 'ilmu. Maka guru inspiratif itu akan hadir di mana2. Malahan sering tak terduga. Ijinkan saya buat ikut menghidmati blog mas Eko, karena banyak sekali hikmah keilmuan yang terkandung didalam nya. Mana saya masih kudu banyak belajar perihal motivasi lagi. Sukses ya mas Eko. Wassalam, aa-eman.

Eko_Jalu_Santoso
04th Sep 7:46 pm (reply | report spam | delete)

Salam kenal kembali Pak Eman. Dalam kehidupan ada dua guru, yakni guru di sekolah formal yang menurut Rhenald Kazali sdisebut guru kurikulum, yang mengajar berdasarkan pesanan kurikulum dan guru inspiratif yang bisa ditemui dimanapun dalam sekolah kehidupan ini. Termasuk sosok sopir taksi yang saya temui adalah guru inspiratif. Berbahagialah orang-orang yang dapat membuka mata hatinya sehingga mudah menemukan guru inspiratif, yang mengajarkan kebikan, kebajikan dan kebijaksanaan dalam kehidupan ini.


aa-eman
04th Sep 2:45 am

Salam kenal. Saya pernah mengalami, ketermanguan mas Eko selagi berbincang bersama Sunardi supir taksi, seperti yang lagi membuka payung langit. Padahal anda sedang berada didalam taksi. Anda beruntung bisa jumpa sama orang yang mampu merasa berbahagia. Apa betul ya, kebahagiaan hati lebih berpihak kepada sosok sederhana yang mampu berpikir lebih sederhana. Kalau dibandingkan dengan kehidupan mas Eko? Tentu gak gampang menjawabnya, karena terlalu banyk parameternya.


aa-eman Says: Your comment is awaiting moderation.
September 4th, 2007 at 9:41 am

Salam kenal buat mas Eko. Bagus banget sosok supir taksi yang anda tampilkan. Menurut saya dialah manusia yang mampu berbahagia lahir bathin. Sosok begini biasanya sarat dengan kasih sayang yang bercirikan bershahabat, jujur, peduli, tulus, siap bantu. Dan mas sudah rasakan sendiri kebahagiaan yang terpancar di rona wajah dan keceriaan yang terlontar dari bibirnya. Beruntunglah anda berjumpa dengan dia.

No comments: