Friday, March 09, 2007

Riyantin

Kata Wandi selama di Raison, gadis ini pernah menggunakan jasa wartel buat menelepon ke Bandung. Makanya gadis manis yang ramah dan akrab ini setiap melintas di depan warnet RaisonE acap kusapa Neng, seperti kepada mojang Sunda lainnya. Dengan langkah yang lembut gadis ini selalu melontar senyum ramah disertai anggukan sopan. Beruntungnya ortu yang memiliki putri seperti ini.
Abah yang juga kerap duduk di anjungan rohto buat sekedar cuci mata, senang aja melihat sosoknya.
Hehehe, ternyata banyak juga yang ikutan memperhatikan hubungan kami. Komentar dari para kawula muda juga macam2. Tapi kebanyakan menyatakan kekaguman akan keindahan sosoknya.
Sampai suatu ketika gadis yang sering berpenampilan simple ini melintas dengan mengenakan gaun terusan telur asin bermotif kembang, menawarkan bungkusan kresek berisi nasi dengan ayam buat makan.
"Selamat sore bapak. Apa bapak sudah makan?" Tanyanya dengan tulus diiringi seulas senyum manis.
"Belum tuh neng?" Godaku dengan senang.
"Mau ndak bapak makan ini?" Ujarnya seraya menyodorkan bungkusan makanan itu.
Aku tergagap, klo kutolak rasanya gak etis banget. Tapi klo kuterima padahal abah tahu tadi dia pulang bersama temannya. Bungkusan itu kudunya jatah temannya yang nunggu ditempat kosannya.
"Bapak inginnya makan bersama neng kok." Tawaku berterimakasih atas perhatian manisnya.
"Ya bersama kok pak. Bapak disini saya di kamar kosan." Candanya dengan tawa ceria.
"Gini deh, gimana klo ada kesempatan kita makan bersama betulan ya." Ajukku.
"Boleh pak. Tapi kapan ya pak?" Menungnya dengan lucu.
"Waktunya terserah kamu kapan. Memmm, maaf siapa namanya neng?"
"Saya Ria pak."
"Bapak perhatikan dari nada bicaranya ada logat Jawanya. Dari mana asalnya neng?"
"Dari Semarang pak." Jawabnya sembari tersenyum.
"Oh Semarang. Bapak ada keluarga di Tlogosari tuh nduk."
"Saya dekat dengan Tlogosari pak." Lantas masih kami bincangkan beberapa hal.
"Maaf nduk. Takut dingin nasinya lho."
"Oya pak. Saya permisi dulu ya pak." Senyumnya sambil berlalu yang kutatapi.
Percakapan itu terjadi sekira Desember 2006, lalu kami lama gak jumpa.

Tapi tadi siang Ria melintas bersama Dian mojang Ciamis lalu mengetuk gerbang tetangga.
"Ria kemana aja sih? Kok lama gak jumpa. Bapak kira ke Semarang lagi."
"Bapak yang jarang kelihatan kok. Rencananya tgl 8 saya ke Semarang pak."
Tawanya sambil pamit mo kerja.
"Tadinya bapak mo minta nohape Ria. Tapi ke neng Dian aja ya nduk???"
"Iya pak." Senyumnya seraya berlalu mengejar waktu masuk kerja.
Dian lalu minta ijinku buat ikut titip pesan ke ibu Sumiati tetangga sebelah.

Lalu kukirim aja sms ke Ria melalui nohape yang kuperoleh dari neng Dian.

17.18 "HALOW RIA, MAAF BP PUNYA HUTANG JANJI MAKAN BERSAMA. KAPAN DONG RIA SEMPAT? KLO RIA GAK MALU DIKAWAL GORILA OMPONG, BP MO IKUT TGL 8 KE SMG."
17.20 "BP INGIN NGOBRO ajaL RIA KAYAK YANG BANYAK PIKIRAN. KENAPA ADA APA NON?"

17.21 "Haha ha knp harus malu. Iya boleh kapan bp ada waktu. Emang p eman mo ngajak makan dimana sih... Iya rencana mo plng tgl 8 100 hari ibu meninggal."

17.32 "BP TURUT BERDUKA. MO GAK MAKAN DI SARINAH? TADI ADA TEMAN BP NGASIH VOUCHER MAKAN GRATIS. LUCU YA."

17.40 "Haha ya ndk papalah...Tp minggu ini ria masuk kerja terus. Soalnya kmr baru libur...Ria ndk ad problem apa2 bpk cuma jengkel aja ama temen."

17.52 "JENGKEL TAPI DALAM TRUS GANGGU HATI KHAN? KLO RIA GAK MALU MO GAK NANTI BP JEMPUT?"

17.49 "Ria dekat bpk. Di Hyatt. Jalan aja."

Kawatir Ria bakal berpikir yang aneh2, lalu kususulkan sms.
20.10 "MAAF KLO BPK NAKUTIN HATI RIA YANG SUMANAK. MAKASIH BUAT KEMANISAN SOSOK RIA KE BPK. BPK MASIH NUNGGU KAPAN KITA MAKAN SAMA2 YA."

20.59 "Ria ndk takut ama bpk... Justru ria senang di Jakarta ria py keluarga seperti bpk eman yg baik hati. O ya ria blum punya pacar kalu mau cariin dong...He he."

21.07 "OH GITU, NANTI KITA CARI SAMA2 YA."

21.09 "Bener ria ndk ada problem apa2...Ria janji klo ada masalah pasti ceritera dech."

10 Maret 2007 00.30 "Ria makacih bpk baik ama Ria. Ria jg berdoa moga bpk jg sehat...Ria udah menganggap bpk seperti ayah Ria...Ya udah Ria mo sholat dulu."

No comments: