Friday, March 09, 2007

Abah gemblong

SMS dari Abah Njam, 26 Februari 2007 06.11
"ass. Man ini mbah dari bandung eman mangka sehat ulah aya pamengan nanaon sekarang mbah sakit tetiasa kamana mana. Tlng kirim risky melalui BRI NO REC :3294-01-007830-53-3.ATASNAMA:DJAMHARI DIMYATI HAJI.CAB UNIT 3294. ini no hp mbah yang baru.tlng wartosken ka OJI,KA UHUD, TOTO,SUKRIA.atur nuhun sateacana.wassalam."

Bingung musti gimana takut salah, maka sms itu Eman fwd ke bi Ida yang tinggal di Semarang. Tanggal 1 Maret 2007 jam 0800 saat Eman tetirah di K56 tensi naik 180/90, bi Ida nelepon. Intinya menyatakan:
“Makasih selama ini Eman sering kirim kabar entah telepon, sms, surat. Tapi bi Ida gak sempat balas karena sibuk sama urusan rumahtangga punya anak 5 lelaki semua. Yang besar di SMA yang bungsu di TK. Lebaran 2005 terima kartu pos dari Toto.
Tahun 1995 pernah nginap di uwa (Nini Ami) waktu itu yang ada Ozie dan keluarganya baru punya anak 2. Bingungnya kok Didi sama Uud sikapnya lain ke bi Ida. Keduanya waktu datang bermuka asem dan lihat bi Ida pada buang muka.”
Bi Ida sudah terima fwd sms abah Njam dan merasa malu sama mas Pur (suaminya dr. Purnomo) karena rasanya kami gak menelantarkan papa (abah Njam). Kami anak2nya
sepakat tiap bulan kirim sedikitnya Seratus ribu dan saya sendiri kirim 500ribu.
Maaf klo papa menyusahkan Eman dan adik2nya.
Minta alamat Eman yang di Jakarta berikut data2 buat buka blog pancakaki. Manatahu juga mas Pur klo lagi ke Jakarta bisa mampir ke Tangerang atau Kebon Kacang.

1 Maret 2007
17.02, "Eman Rais, CV RAISONE, Jalan Kebon Kacang XXXI No. 29, RT 06 RW 04, Tanah Abang, Jakarta 10240, T/F (021) 392-0822. Email: emanraistea@yahoo.com. URL http://pancakaki.blogspot.com/ atau http://pancakuku.blogspot.com/ Vide Seri D.6.8"

19.05 Bi Ida menjawab, "Terimakasih. Nanti kami kirim."

Setelah berembuk dengan Bedah isteri saya rasanya lebih baik dibuka aja luka lama.
Agar jangan jadi beban pikiran seumur hidup bi Ida perihal sikap Didi dan Uud itu. Makanya besoknya (2 Maret 2007) dikirimkan 5 sms sebagai berikut:

1. 07.14 Maaf bi Ida, Eman mikirin kenapa pada 1995 Didi dan Uud buang muka ke bi Ida. Keduanya lagi jengkel ke abah Njam yang pada 3 hari setelah Mimih dimakamkan pada 1993 abah melancarkan fitnah kubur kepada keluarga Apa Rais.
2. 07.09 Tanpa bukti abah Njam mengklaim klo rumah Apa tanahnya milik ma Eloh. Gak ada catatan utang Apa ke abah Njam. Ketika Eman temui penjualnya (pak Sutardjo) tapi beliau gak kenal sama abah Njam. Lalu kami ke Rawasari minta bukti tertulis. Tapi abah Njam gak bisa kasih. Suasana jadi panas. Uud sempat membentak bi Nani dengan kata Anjing, tapi abah diam saja.
3. 07.00 Anak2 abah disebelah juga pada diam saja. Abah "grogy" setelah kami bilang mo lapor ke Polri. Kasihan melihat ratapan bingung mak Eloh menjadi korban ulah abah Njam. Ternyata juga bi Ida mengalami sendiri di 1995 itu, bukan???.
4. 07.19 Maaf Eman kudu buka luka lama moga bibi maklum atas sikap Didi dan Uud. Jelas2 abah gak punya niat baik. Klaim tanpa bukti dilakukan pasca Apa dan Mimih wafat. Kenapa gak disaat keduanya masih jumeneng? Kan bisa diselesaikan dengan baik.
5. 07.27 Begitupun abah ganti merongrong uang dan emas2an Nini Ami. Nini wafat pada 1996. Lalu abah coba manfaatkan kami dengan segala cara asal dapat duit. Tapi kami juga masih punya tanggungan keluarga. Maaf klo bibi kudu terluka hati."

Alhamdulillah, hingga saat ini gak ada tanggapan apapun dari bi Ida.
Gak juga kirim pic keluarga buat disimpan di http://pancakuku.blogspot.com/
Tgl. 5 Maret 2007, abah Njam miscall pada jam 20.47.04 dan 20.47.49.
Christine dan Nanda ngasih tahu ada call, tapi lagi tanggung bicarain prospek usaha pisang bakar. Mana takut ditagih, mana buat bayar kewajiban aja masih nombok 2jutaan.
Ka lieur2. Boro2 buat abah Njam, buat kasih honor ka Adelia aja masih gak mampu kok.

No comments: