Sunday, March 12, 2006

Fahmi AR Pane.

Apa khabar bung muda Fahmi AR Pane?
Semoga bersyukur kepada Allah SWT untuk tetap hidup sehat kuat untuk sukses menuju semua harapan bangsa.
Saya emanrais yang duduk bersebelahan dengan bung pada acara peluncuran buku memoar Jenderal M. Jusuf di Puri Agung Hotel Sahid pada Jumat 10 Maret 2006.
Dan saya sungguh beruntung bisa hadir di suasana yang sungguh luarbiasa. Bisa seruangan dengan Bapak Presiden dan Bapak Wakil Presiden. Satu hal yang sudah lama pernah terjadi dalam hidup saya, yakni seruangan bersama Presiden Soekarno pada saat aubade 17 Agustus 1957. Saat itu saya murid kelas 1 SMP 8 Jakarta.
Subhanallah walhamdulillah, 49 tahun yang lalu.

Semua bisa terjadi hanya karena Kehendak Allah SWT, melalui satu2nya "murid" saya yakni bung muda Taufik Surubeng yang juga menjadi panitya yang dipimpin oleh Bapak Mar'ie Muhammad yang pernah saya kenal tatkala beliau Sekretaris HMI Cabang Jakarta 1968 tempo doeloe.
Entah apa alasan riel kenapa anakmuda berkualitas itu nekad mengaku sebagai murid saya? Katanya sih beliau kagum akan bagaimana saya beretorika kepada sekumpulan gadis cantik sehabis menggunakan jasa wartel CV Raisson di belakang SOGO Plasa Indonesia itu.
Yah namanya orang dagang, kebetulan saya menjadi centeng di wartel/warnet itu, ya harus bisa "jualdiri" dengan sebaiknya agar mereka terkesan lalu balik lagi buat setor uang ke perusahaan yang menggaji saya. Katanya sih, beliau terkesan akan gaya dan cara saya berbahasa sampai membuat para cantik itu pada tersipu.
Namanya juga bujangan, Taufik tentu saja ingin juga praktek beretorika terhadap gadis pujaan yang mungkin ditemuinya dimana saja. Di arena Panitya tentu ada.
Makasih bung Taufik, berdoalah selalu untuk hidup sehat kuat, murah rizqi, panjang usia manfaat, enteng jodoh.

Maaf, saya mengaku sebagai penulis lepas kepada bung. Memang saya bukan wartawan apalagi purnawirawan TNI. Saya seorang purnabhakti dari Pemda DKI Jakarta, 2000.
Makanya saya tambah bingung kalau bung yang energik potensial ini kok tiba2 ingin menjadi murid saya buat ngalap pengalaman dari saya. Padahal kita baru berjumpa. Kenapa? Apa karena saya tampak TOB? Tua, ompong, botak dimakan usia 62 tahun?
Makanya saya bilang kepada bung, kalau ilmu itu hanya milik Allah SWT saja.
Mari kita sama menimba ilmu kudu bagi kesejahteraan ummat manusia dimanapun.
Kalau lapar kudu makan, kalau haus kudu minum.
Bukan jaminan saya yang tua tentu lebih pintar dari bung.
Namun demikian saya menyambut hangat dan baik ajakan bung untuk tetap saling in-touch, tentu akan banyak sekali ilmu2 baru yang bakalan saya timba dari bung.

Saya memang suka menulis apa saja yang mampir dibenak saya. Lebih dari 40 judul tulisan (ada beberapa yang melebih 400 halaman pada MS-Word.) Namun sayangnya hasil kerja saya selama 7 tahun itu, tersimpan mati dalam sebuah HDD 40 GB sejak 3 Maret 2005 terkena virus Trojan yang merusak habis satu unit komputer. HDD itu masih tersimpan dengan harapan suatu saat nanti bisa di recovery lalu semua hasil karya tulis itu bisa dibaca dan disunting kembali.
Buat sekarang silahkan bung simak apakah betul saya berkualitas penulis seperti bung. Silahkan buka URL

http://emanrais.blogspot.com/,
http://nokdesi.blogspot.com/ dan
http://jengfiona.blogspot.com/
http://aung-san-suu-kyi.blogspot.com/
http://surubeng.blogspot.com/

Kecuali di 2 blog terakhir, di setiap judul itu masih tersimpan beberapa judul lainnya. Makanya silahkan klik My Complete Profile yang tercantum disebelah kanan atas dibawah potret profile.
Sungguh besar karunia yang bakal saya terima kalau bung berkenan mengisi Comment. Silahkan tulis apa saja.

Ini sungguh diluar kebiasaan, bikin email perkenalan kok bisa sepanjang ini. Mungkin sanubari saya masih terimbas oleh peristiwa luar biasa dalam hidup saya. Manakala Bapak MJK ternyata punya kemampuan retorika yang luarbiasa. Kalau Jenderal M. Jusuf masih hidup, maka MJK bersama penulis Atmadji Sumarkidjo akan segera melapor,
"Siap Jenderal. Kami berdua siap menjadi ADC." Padahal MJK sudah Wakil Presiden.

Wassalam, emanrais.
Pengelola, CV Raisson.
Wartel Warnet Rumahmakan Khas Parahyangan.
Jalan Kebon Kacang 30 No. 20, 005/04, Jakarta 10240.
Telepon 310-7217 Fax 3190-7730 Hape 0812 965 3485.

Kalau berkenan silahkan mampir untuk mencicipi lalab sambal dan pepes peda atau pepes ikan mas kami.

No comments: