Wednesday, February 15, 2006

viva devi

 
Posted by Picasa

Subhanallah. Gadis ini memang luar biasa. Senyum dan cerianya ini sungguh telah melambungkan kata hati satu anak muda 32 tahun asal Sulawesi Selatan yang terkagum kepada kualitasnya yang Islami. Abah yang biasanya kampiun menebak origin seseorang dari gurat wajahnya saja, sekali ini bukannya cuma bisa salah tapi malahan jatuh bangun tunggang langgang segala.
"Bukan Oom. Ibu berasal dari Solo, bapak orang Malang."
"Tapi wajahmu itu Sunda banget lho neng. Mana lentongmu juga Pasundan lagi."
"Kebetulan saya dulu kuliahnya di Bandung." Jawab Sarjana Akuntansi ini. Sesaat setelah abah merekamnya bersama Shany Sihombing dengan menggunakan webcam. Hehehe, terhadap Shany juga abah pernah menebaknya sebagai gadis Dayak berasal dari Pontianak. Temtunya dong Shany senyam senyum.

Nah, nah, nah. Disaat abah tengah mengamati rekaman yang minta di "burn" itu, satu anak muda yang katanya ingin belajar dan mengikuti cara abah berbahasa terhadap banyak para gadis cantik yang menggunakan jasa wartel atau warnet yang membuat wajah ceriah dan senyum yang bermekaran atau kadang tawa renyah pating bertebaran di konter kasier. Lalu dengan nikmatnya abah merekamnya.
Huh Taufik ini suka ada2 saja, masa sih dianya mau mengangkat abah menjadi guru orasinya. Katanya sih biar gaya bahasa abah bisa tumplek bleg menurun kepadanya. Klo gitu gak percuma dong yah manakala suatu kali Indrayani Winata bilang klo abah seorang Linguist.
"Saya sungguh ingin mengenalnya dan kalau berjodoh ingin segera menikah." Kata alumnus Universitas Hasanuddin Fakultas Sosial Politik yang pernah 4 tahun bekerja di KBRI Myanmar di Rangoon itu. Wooowww, rupanya diplomat yah. N yang namanya diplomat memang kudu pintar omong untuk bisa berkomunikiasi dengan sukses kepada sesama diplomat untuk mencapai tujuan tersikap.
Tapi kapan abah bukan diplomat dan gak pernah berhubungan dengan diplomatic-bag segala.
Tapi klo memang Taufik menganggap abah pnunya elmu orasinya Bung Karno. Yo wis ben eman eman.

Namun agaknya Viva sudah berpunya, makanya beliau dengan sms ke abah telah menyatakan menolak dengan santun dan bermartabat. Wilih, baru menerima tampikan subasita ini aja abah dah senang.
Iya lah daripada daripada kita kudu nunggu jawaban yang gak terungkap entah kapan juga sampenya.
Shabar ya Fik, belum jodohmu ajah kalih. Habisnya kuwajiban lelanang mah memang cuma mengincar sambil tebar pesona, ta'aruf, khitbah lalu walimatul urusy. Tapi kan yang namanya tebar pesona itu kudu tepat sasaran, bukannya yang melalui jasa abah. Ntar salah buatan sang juwita malahan kepincut sama daya pesona magis abah yang terletak pada gigi ompong. Juga sambil senantiasa memohon kemudahan proses kepada Allah Azza Wajalla sebagai yang Maha Empunya Jodoh saja. Jangan lupa senantiasa istighfar dan tasyakur disetiap helaan nafas. Abah doakan semoga Viva hidup sejahtera bahagia bersama pilihannya fillah dan Allah SWT senantiasa mengkarunia Taufik dan Hidayah-Nya. Klo begitu Taufik tinggal mencari gadis shalihah yang namanya ada Hidayah ajah bukan? Nanti deh abah bantu omong klo ada sicantik Nur Hidayah entah Hidayati entah Hidayatisari Pingin Dipangkuwati yah yah yah. Wow Fik, please never make me this flattered begini atuh.

No comments: