Tuesday, November 02, 2004

Mimpi siang bolong : kungkum di Sangkanurip.

Sepulang dari Serang abah ingat saja sama seseorang yang katanya setiap beberapa menit suka menunggu khabar dari abah. Terbayang kayak apa senangnya kalau dihari sepanas begini kungkum di Sangkanurip sambil ngobrol dilibur Idul Fitri nanti. Puncaknya tadi jam 0100 disaat mau bikin semangkuk kopi. Kebiasaan abah klo bikin kopi, airpanas dari thermos dituangkan ke mug gelas lalu diisikan sesendok gula dan sesendok kopi lalu diaduk. Nah disaat menaruh mangkuk berisi airpanas yang baru sejam diisikan, agaknya pikiran abah melenyap sesaat. Lalu mangkuk terguncang. Begitu abah tangkap mangkuk nya agar tak jatuh pecah, tumpahan air menyiram tangan kanan. Seketika tangan serasa terbakar tapi mangkuk sempat diamankan. Kemudian dengan tangan kiri kembali mangkuk abah isi air thermos dan pembuatan kopi dilanjutkan. Lalu selama 20 menit tangan abah rawat dengan menggunakan arak obat. Sekarang pun di jam 0305, jemari masih kaku dan nyeri. Entahlah. Tapi kemalangan kecil ini kayaknya memang patut untuk ditertawakan.

No comments: