Wednesday, October 20, 2004

Korupsi dimana mana?

Headline Detik menurunkan apa kata pakar Hukum kita, Dr Todung Mulya Lubis. "Memberantas korupsi jangan dengan rasa kasihan." Iya sih kalau korupsinya milyaran apalagi triliunan. Bagaimana dengan korupsi kelas teri? Misalnya petugas loket PBB BRI Unit Malabar yang tega bermain uang wajib pajak Rp. 40.762 saja. Istriku pada 10 Mei 2004 sudah bayar PBB 2004 tapi STTS nya keselip lalu memintaku menanyakan kalau STTS tertinggal diloket pembayaran. Ketika ditanyakan 9 Sep 2004 kata petugas loketnya belum bayar. "Ini buktinya pada komputer, nomor ini masih tertagih." Tentunya kami harus percaya, mana komputer nya juga kapan berada di ruang loket. Daripada menjadi ruwet makanya kami bayar saja. Hari ini STTS 10 Mei 2004 ketemu. Artinya isteriku memang sudah bayar. Artinya petugas loket PBB BRI Unit Malabar berbohong. Kok bisa sebegitu ijo matanya? Sama duit masyarakat yang selalu memerlukan untuk memenuhi kewajiban pembayaran pajak pembangunan.

No comments: