Sunday, October 24, 2004

Itik di sungai kerontang mati kehausan.

Menyimak berita Metro malam. Ada dua topik pameran yang patut beroleh atensi kita. Satu pameran kemewahan di Surabaya. Pokoke bujuhbuneng banget ada liontin berlian seharga 5M. Bujurbuset beeng ada cincin matakucing seharga 4,5M. Dipamerkan di Surabaya tentunya karena ada peluang pasarnya. Bujurhebat banget kalau memang ada warga yang mampu memangsa perhiasan model sebegitu. Masya Alloh. Satu lagi pameran kesengsaraan di Kulon Progo. Innalillahi. Bagaimana bukan sengsara namanya. Kalau di bulan Ramadhan ini ada ribuan warga dari 40 Desa diseputar bukit Menoreh yang legendaris itu pada kekurangan air. Untuk beroleh air seember saja harus menempuh perjalanan beberapa kilometer. Mereka menangguknya dari cerukan sungai yang sekira masih menyimpan air. Subhanalloh. Seperti apa keringnya disana? Coba kalau pameran kemewahan itu diselenggarakannya diatas bukit Menoreh saja ya. Agar satu kaoem yang datang mau mengileri kemewahan itu, tentunya bisa sambil membawakan segalon aqua untuk dibagikan bagi kaum lain yang lagi kehausan.
Memang sih. Drama itik kehausan di Daerah Yogyakarta itu berlangsung setiap tahun. Pemda setempat tentunya bukan tak memikirkan kesengsaraan rahayat dan keluarganya. Mana sejak 1970 LIPI sudah mengembangkan teknologi tepat guna buat pengadaan air. Dizaman Orde Baru saja teknologi pompa air tenaga angin sudah dikembangkan. Bagaimana menurut kamu kita bisa membantu. Beribadah dijalan Alloh dengan beramal shalih membantu air minum bagi para saudara kita. Apa perlu minta bantuan koordinasi kepada para pendekar dari benteng Iptek dan Imtaq Universitas Gajah Mada ya? Pasti deh siabah dibilangnya sok tahu. Lalu tangan juga tak sampai. Iya bukaaan?

No comments: