Saturday, October 16, 2004

Doa berbuka Shaum

DZAHABAADHDHAMAAU WABTALLATILU’RUUKU WASYABATAL AJRU INSYAA ALLHOHU

“Telah hilang rasa haus dan urat urat telah basah serta pahala akan tetap, insya Allah.”

Hadis Hasan, diriwayatkan oleh Abu Dawud no. 2357, ad-Daraquthni (III/401) no. 2247, al-Hakim (I/422).
Lihat Irwaa-ul Ghallil (IV/39) no. 920, Shahih Abu Dawud (III/449) no. 2066.

Adakah waktu Imsak?
Berikut merupakan jawaban Syeikh Muhamad bin Shalih Al Utsaimin Jazzamallahu.
Seorang Ulama Besar Arab Saudi. Imsak termasuk Bid’ah, tidak ada dalil dari Sunnah, bahkan hal itu bertentangan dengan Sunnah.
Karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Sesungguhnya Bilal mengumandangkan adzan di malam hari, makan dan minumlah sampai Ibnu Ummi Maktum mengumandangkan adzan, karena dia tidak beradzan sampai terbit fajar.”

(HR. Bukhari, kitab Shaum (1918), Muslim kitab Shiyam (1092).
Imsak yang di lakukan oleh sebagian orang adalah suatu tambahan dari apa yang diwajibkan oleh Allah, sehingga menjadi kebathilan dan termasuk perbuatan yang mengada-ngada (bid’ah) dalam Agama.
(diringkas dari Majmu Fatawa bab Ibadah.)

Dikutip dari leaflet Masjid Ta’lim Masjid Al-A’laa.
Gedung BEJ Tower I, Jl Jend Sudirman Kav 52-53, Jakarta 12190.
Telp. 515-0552, e-mail: al_alaabej@yahoo.com Sms 0812 935 1209, 0816 1309 179

No comments: