Wednesday, October 20, 2004

Baramaen Kalimaya

Hari baru berangkat ke jam 0930 tatkala telinga Abah menangkap panggilan entah ajakan untuk bersedekah di jalan Alloh. Kapan juga memang lagi Puasa bulannya. “Assalaaam mualaikuuum.” Berulang ulang dengan suara yang memelas. Dan memang sudah sedari sonohnya kalau mengucap salam itu kudu memelas begitu. Biar bisa segera dapat barokah karena ditanggapi sang empunya rumah dengan baik. Sebab kalau berani sekali saja sang baramaen menyebut salam dengan gaya dan suara preman, masih untung kalau cuma di jawab persaben atau paling banter dikasih lotot. Nah kalau diseblok air sebaskom apalagi kalau digonggongin si Pleki. Apa tak akan matakan bakalan menjadi kacow balow begitu?

No comments: