Wednesday, October 20, 2004

Andai jelek tetap saja dulur Abah

Melihat tulisan neng Dai, kunaon bet Ambu noroweco begituh?
“Ambu mah ingat saja. Disaat lagi kesusahan noron begitu. Kapan ada saja kecerahan yang tak tersangka. Abah ingat tidak waktu kita kudu bayar biaya darah 900ribu? Kapan uangnya dipinjamkan oleh bu Sri. Teman sekamar waktu Ambu dirawat tea. Suster Yanti kapan sakitu bumelana ka Ade. Dia sampai netes airmata waktu melapor ka Ambu. Aduh ambu. Kondisi Ade berbahaya. Mana geulisnya midulur lagi.” Lewehnya cumalimba. Abah seregep mengupingkan saja sambil tegap teguh kukuh jari menari di kibod.

No comments: